menarik untuk disimak, gue mengawali hidup dengan carut marut kekecewaan , sungguh gue kecewa dengan sistem pengasuhan gue dari mulai gue lahir hingga gue smp , seorang anak yang diasuh sama pembantu bukan sama ibu kandungnya, ya jujur gue sih saat itu bersyukur karna gue masih punya orang tua namun tetep ajah gue butuh perhatian, kasih sayang, dan ketenangan batin bukan perawatan atau pemeliharaan yang hanya di beri makan namun tidak di barengi pendidikan moril, dari hal-hal itu yang membuat gue kesel adalah sistem asuhan bokap dan nyokap gue.
mereka selalu berkata "kami sayang sama kalian, kami bekerja untuk kebahagiaan mu nak"
dan gue jawab dalam hati "tai apah, abang-abang gue make narkoba, ganja, dan mabok mabokan dibilang sayang ? demi kebahagiaan?" .
Dosen adalah pekerjaan yang aga rumit namun memiliki waktu banyak untuk memperhatikan anak-anaknya itu menurut pandangan di kacamata kehidupan gue, banyak orang bertanya hingga pacar gue-pun bertanya "kenapa sih jup lu selalu mau jadi dosen, dosen tu gajinya kecil loh, dan kerjaanya gitu gitu doang, kan masih banyak job yang lu bisa ambil lebih dari Dosen" ya gue ga mau bahas pendapatan, yang bisa gue tarik kesimpulan menjadi dosen adalah; sejalan gue mendapatkan posisi dosen pastinya gue akan melewati carut marut pendidikan, indah dan keterpurukan untuk mendapatkannya setidaknya hal itu bisa gue share ke anak gue nanti, dan gue berharap anak gue nanti cangkupan ilmunya lebih luas dari bapaknya dan menjadikan dunia ini sempit tak tertutupi dengan indonesia gue mau dia dengan mudahnya keluar negri sibuk lah dengan duniawi namun tetep rajin menyembah tuhan, gue selalu punya banyak cita cita sebelum akhirnya gue memilih DOSEN, gue selalu ber keinginan pergi keluar negri, dan pernah gue mengajukan beasiswa ke jepang hingga dua kali di kedutaan besar jepang namun hasilnya nihil!, nilai gue kecil di bandingkan dengan orang yang sudah dipanggil untuk mengikuti tes ke 2.
gue bersikeras untuk sabar, orang lain pun tertawa atas ke-gagalan yang menimpa gue, gue tetep tersenyum namun tetesan air mata tak bisa gue bendung lagi, dan pada masalah ini gue menyalahkan orang tua gue, orang tua gue selalu memerintahkan gue untuk belajar namun mereka sama sekali tidak mengarahkan pelajaran yang gue pelajari, sama halnya gue disuruh jalan ke suatu tempat namun gue ga di kasih tau arah dan tujuan untuk pergi kesana.
yah banyak hal yang mau gue perbuat sebelum memiliki anak, ya yang jelas gue juga ga menutup cita-cita indah gue selain dosen, gue mau jadi penulis, comic, actor, pengusaha dan the exelent presenter gue mau jadi semua yang gue suka, namun gue berjanji pada diri gue sendiri , keturunan gue nomor satu dari pada kebahagiaan gue di dunia , gue mau menyempurnakan ahklak, agama dan ilmu pengetahuan gue di anak gue nanti, terserah dia akan menjadi apa nanti namun gue akan menamkan kedia bahwa di dunia kita hanya sementara, hal besar selain menemukan dan menciptakan sesuatu adalah mendidik dan membimbing anak menjaadi manusia yang berguna dan luarbiasa.
yah gue mau jadi dosen sekaligus mengurusi anak, mengarahkan pelajaranya, dan memantau ahklaknya insya Allah dia akan menjadi anak yang berguna bagi semua
No comments:
Post a Comment